Menata Kamar Tidur Sesuai Gaya Kepribadian Pemiliknya

Kamar tidur sedianya memberikan suasana santai dan nyaman bagi pemiliknya, karena itu harus dilengkapi dengan furniture dan ditata sesuai dengan kepribadian agar dapat memberikan kenyamanan yang maksimal. Kamar tidur mencerminkan gaya dan kepribadian seseorang, dan hal ini mencerminkan sifat orang yang tinggal di dalam ruangan itu. Segala sesuatu yang disusun dalam ruangan kamar harus menentramkan dan memberikan rasa nyaman. Kamar tidur anak harus lebih berwarna dan luas, sementara kamar tidur remaja harus memiliki furnitur yang menyediakan ruang penyimpanan untuk buku dan aksesoris. Oleh karena itu furnitur untuk kamar tidur harus dipilih sesuai usia dan kebutuhan penghuni.

Furniture kamar tidur tersedia dalam gaya tradisional dan kontemporer. Selain itu custom made furniture juga bisa dijadikan pilihan. Keindahan dan kualitas tinggi adalah dua faktor yang paling penting dari furnitur kamar tidur. Sebuah kamar tidur yang luas mungkin dapat dilengkapi dengan tempat tidur, rak buku kayu, meja rias kayu, standing lamp, meja belajar, lemari televisi, meja komputer, nakas tempat tidur, set sofa dan lemari. Untuk menciptakan kamar tidur yang sempurna, setidaknya ada beberapa item yang diperlukan dalam koleksi furnitur kamar tidur. Tapi untuk kamar tidur yang lebih besar, Anda akan harus melihat lebih jauh dari daftar sederhana. Selain lemari sederhana biasa, lemari pakaian, dan lemari laci besar dapat digunakan untuk membuat kesan yang lebih besar.

Kunci untuk membuat kamar tidur tipe suite yang sempurna adalah memasukkan seluruh koleksi kamar tidur sekaligus. Ada banyak toko furniture dan website yang menawarkan berbagai koleksi kamar tidur. Mereka tersedia dalam berbagai macam bentuk, ukuran dan warna. Seseorang dapat memilih dari berbagai macam koleksi yang beraneka ragam untuk personalisasi kamar tidurnya. Jika seseorang membeli furnitur untuk kamar tidurnya dari produsen yang berbeda pada waktu yang berbeda, seringkali ada ketidakcocokan antara furniture di kamar tidur. Hal ini tidak hanya akan membuat kamar tidur kurang mendapatkan pesonanya, tetapi juga meniadakan keindahan perabotan lainnya di kamar tidur tersebut. Ketika membeli furnitur untuk kamar tidur, juga sangat penting untuk mengukur dimensi yang tepat dari berbagai furniture set untuk memastikan bahwa Anda membeli furnitur yang cocok demi menciptakan kamar tidur yang sempurna.

Meskipun keindahan perabotan sangat penting, juga penting untuk membeli furnitur dengan material berkualitas yang dikerjakan dengan profesional. Hal ini untuk memastikan daya furnitur tersebut. Beberapa furnitur mungkin terlihat sangat baik di luar, tapi ternyata memiliki kualitas yang tidak baik. Oleh karena itu sedikit riset diperlukan untuk mengetahui tentang kualitas furnitur sebelum melakukan pembelian furnitur untuk kamar tidur. Juga perhatikan diskon besar atau penawaran yang diberikan oleh berbagai toko atas pembelian set kamar tidur lengkap. Karena hal itu dapat menghemat pengeluaran Anda.

Tips Menentukan Warna Cat yang Cocok untuk Kamar Tidur

Keselarasan dan paduan warna dalam kamar tidur seharusnya menciptakan ketenangan dan keseimbangan, sehingga pengguna akan lelap di dalamnya hingga keesokan harinya. Pilihlah warna- warna netral dan lembut seperti putih gading, krem, varian cokelat, atau warna-warna pastel untuk warna dinding atau warna wallpaper kamar tidur. Warna-warna ini dapat memberikan rasa rileks, tenang, dan memiliki energi yang seimbang ketika tidur.

Untuk dinding, yang menjadi fokus kamar tidur, gunakan warna gelap, Namun jangan diaplikasikan pada bidang-bidang besar karena warna gelap akan cenderung menimbulkan perasaan depresif. Bisa juga menggunakan warna-warna yang ada pada naungan elemen tanah, antara lain kuning, oranye dan cokelat. Setiap warna memiliki karakter, kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Warna-warna dalam naungan elemen tanah cenderung hangat dan cocok untuk kamar tidur yang bertema natural.

Untuk kamar tidur utama yang cenderung sempit, hindarkan warna-warna tua dan kontras pada dinding karena warna-warna tua dan kontras menyebabkan kesan berat, sempit dan tertekan. Gunakan warna-warna ringan seperti putih, krem dan sejenisnya agar kamar yang sempit memiliki kesan yang lega dan luas. Warna tua dan kontras favorit dapat diaplikasikan sebagain aksen disatu sisi dinding atau melalui furniture atau artwork.

Untuk kamar tidur yang cukup luas, warna tua dan kontras memang dapat diaplikasikan sebagai warna dominan ruang. Akan tetapi, hal yang harus diperhatikan adalah hindari penggunaan warna-warna kontras yang saling berbenturan. Dua atau lebih warna kontras, apabila digunakan dalam porsi yang seimbang justru akan membuat kesan yang berlebihan dan tidak fokus.

Anda bisa juga menggunakan wallpaper pada dinding kamar untuk mengakali kekurangan ruang, seperti membuat ruang lebih lapang dan menutupi kondisi dinding yang kurang ksempurna. Jangan lupa untuk mengkombinasikan motif dan warna dengan elemen interior lainnya.

Sebaiknya jangan banyak memasang banyak dekorasi pada dinding, terutama pada bidang dinding yang sudah dilapisi wallpaper bermotif ramai. Sesuaikan penggunaan bahan pelapis dinding ini dengan jenis yang sesuai dengan kebutuhan.

Sebelum pemasangan, pastikan dinding bersih dari debudan kotoran. Lubang dan keretakan ditutupi dengan compound terlebih dahulu. Sedangkan untuk dapur dan area yang basah atau lembab sebaiknya digunakan wallpaper dengan ketahanan yang lebih tinggi dibanding ruangan yang lainnya.

Untuk menciptakan warna yang bernuansa akrab, kekeluargaan, romantis dan intim, gunakan warna panas dan hangat sebagai warna yang mendominasi ruang pada elemen-elemen interior utamanya.

Gunakan juga kombinasi warna analog, misalnya kombinasi antara merah jingga – kuning hangat – cokelat kayu maupun juga kombinasi warna yang lebih kontras misalnya warna peach dengan biru awan. Hindarilah penggunaan satu warna secara berlebihan agar tidak berkesan monoton. Manfaatkan juga fungsi warna yang dapat memanipulasi ketinggian plafon ruang untuk menambah kesan akrab dan gunakan warna-warna hangat sebagai warna plafon dan langit-langit ruang.

Gunakan warna-warna sejuk dan dingin untuk menciptakan suasana damai, menenangkan dan menentramkan. Warna-warna seperti hijau dan biru terbukti dapat meningkatkan relaksasi. Disini kita juga bisa menggunakan kombinasi warna analog seperti biru awan dan ungu lavender atau kombinasi warna monokromatis seperti hijau pastel dan gradasi ke abu-abu untuk menciptakan suasana terang. Yang perlu diperhatikan hindarilah penggunaan warna yang panas maupun warna sejuk dengan intensitas cerah secara berlebihan.

Aplikasikan warna-warna dengan intensitas cerah untuk memberikan kesan ceria dan penuh kreativitas. Gunakan kombinasi warna kontras contohnya kuning lemon dan ungu anggur untuk menciptakan suasana yang menceriakan dan mengguggah kreativitas dan sebaiknya hindari penggunaan warna gelap secara berlebihan karena justru akan memberikan kesan murung.

Gunakanlah warna netral yang lembut jika Anda ingin menghilangkan kesan kaku dalam ruangan sperti dominasi warna putih gading atau abu-abu muda. Gunakan kombinasi warna analog dan monokromatis untuk menciptakan suasana bersahaja dengan mudah. Sebagai tambahan aksen dapat juga digunakan warna cerah, tetapi tetap lembut. Walaupun demikian, hindari pemakaian warna ini dalam bidang-bidang yang terlalu besar karena dapat mengurangi kesan bersahaja dalam ruang.

Sebaiknya gunakanlah warna yang memiliki karakter yang diinginkan dan untuk mempermanis tampilan Anda juga bisa menggunakan slpit komplemeter yang akan membuat warna-warna yang digunakan akan terlihat lebih hidup.

Bila memilih warna hangat sebagai aksen, dapat digunakan warna komplementer yang lebih pucat. Namun, hal tersebut tidak berlaku sebaliknya. Hindari penggunaan warna komplementer yang pucat jika menggunakan warna dingin sebagai aksen karena paduan warna tersebut akan membuat ruangan tampak kusam.

Source : http://solusirumahminimalis.com/2015/03/10/menentukan-warna-cat-yang-cocok-untuk-kamar-tidur/

Tips Dekorasi Taman Mungil Penghasil Oksigen dan Penetralisir Racun

Kita hidup bersama alam. Oleh karena itu untuk mendapatkan ruangan yang sehat, suasana sekitar rumah perlu dibuat sealami mungkin. Sediakan lahan dibagian deoan rumah untuk dijiadikan taman. Walaupun mungil namun taman memberikan banyak manfaat yang bisa menghasilkan oksigen dan menetralisir racun akibat tingkat polusi yang tinggi. Menjadikan suhu dalam ruang lebih stabil dan mengurangi tingkat kebisingan di sekitar rumah.

Taman dan lingkungan merupakan areal penyejuk bagi sebuah rumah tinggal. Selain itu, lingkungan taman juga merupakan filter bagi udara yang masuk kedalam rumah. Ekosistem taman yang berupa tanaman, serangga, kolam beserta hewan air, dan warna warni bunga sering menimbulkan beberapa masalah, apalagi jika lingkungan disekitar rumah kurang mendukung.

Hal yang harus diperhatikan dalam membuat taman adalah meristiengetahui jenis dan karakteristik tanaman yang akan ditanam. Jangan memilih tanaman hanya karena warna atau keindahan semata. Kita harus mengetahui cara merawat, berapa kebutuhan air dan pupuknya.

Tanaman yang akan ditanam disebuah taman hendaknya sesuai dengan lingkungan aslinya. Jangan memilih tanaman dataran tinggi untuk ditanam di taman yang berada di dataran rendah. Selain mengurangi kualitas tampilannya, pertumbuhannya pun kurang maksimal.

Semprotkanlah insektisida secara berkala pada tanaman dalam takaran yang disarankan sehingga insektisida dapat segera menghilang. Jangan lupa untuk sering membersihkan tanah dari dedaunan yang rontok dan juga dinding yang terkena cipratan tanah. Sebaiknya hindarkanlah meletakkan batuan pada posisi yang tertutup matahari sehingga tidak menyebabkan tumbuhnya lumut dan bersihkan tanaman setiap hari agar senantiasa bersih dan terbebas dari hama pengganggu.

Sebagai alternatif, kita juga bisa membuat taman gantung di rumah dengan membuat semacam jalur penempatan tanaman pada dinding bagian atas. Bentuknya sama dengan ambalan tetapi salah satu sisinya dibuat menekuk untuk menahan pot agar tidak jatuh.

Tempatkan rak tanaman tersebut pada depan dinding rendah void dan tempatkan dalam posisi miring untuk membiarkan tanaman tumbuh menjuntai kebawah mengikuti gaya gravitasi sehingga akan tampak indah bila tanaman sudah tumbuh sempurna nantinya.

Hindarilah meletakkan tanaman di dalam rumah karena pada malam hari tumbuhan akan menyerap oksigen, sehingga tidak baik jika diletakkan didalam rumah. Bila menggunakan pot untuk tanaman, agar dapat tumbuh dengan cantik dan sehat ukuran pot harus sesuai dengan tanaman sebab jika terlalu kecil, tanaman akan merasa sesak. Oleh karena itu sesuaikan pot dengan usia pertumbuhannya.

Siram tanaman setiap pagi dan sore dalam takaran yang cukup. Sesuaikan juga dengan jenisnya, sebab ada beberapa tanaman yang justru akan layu jika terlalu banyak air. Tambahkan pupuk sesuai kebutuhan dan sebaiknya gunakan pupuk organik. Petiklah daun-daun kering ddengan menggunakan gunting khusus lalu taurh diatas tanah di dalam pot untuk membantu menyuburkannya.

Agar tanaman berbungan dengan baik, siram seluruh bagian tanaman dan lakukan pada pagi dan sore hari, dan pada pagi hari sebaiknya siram tanaman hanya pada bagian tanahnya saja agar tanaman tidak membusuk. Beri juga ruang tumbuh pada bunga dengan cara menggunting daun-daun yang mulai layu. Potong pula dahan-dahan yang tumbuh kedalam agar tanaman bisa bernafas dan menyerap zat-zat yang berguna bagi pertumbuhan bunga.

Berilah pupuk organik setiap satu bulan sekali dan berhati-hatilah agar tidak menggunakan pupuk berbahan kimia yang berfungsi menyuburkan daun karena bisa menghambat pertumbuhan bunga. Pelajarilah jenis-jenis pupuk dan takaran penggunaan yang pas.

Hilangkanlah rumput liar yang tumbuh diberbagai tempat. Pertumbuhan rumput liar ini bisa dikarenakan angin, hewan, hewan, air dan lain-lain. Kehadirannya dapat membuat tampilan taman atau halaman rumah menjadi kurang sedap dipandang mata. Untuk membasmi rumput atau tanaman liar lain yang tumbuh di tempat yang tidak dikehendaki terutama didalam pot, dapat dilakukan dengan cara yang sangat sederhana dengan cara mengambil garam halus secukupnya, kemudian taburkan ke tempat yang dikehendaki. Lakukan secara berulang. Rumput liar pun akan mati dan tidak tumbuh kembali.

Seperti juga manusia tanaman memerlukan air setiap harinya untuk minum. Akan tetapi jika penghuni rumah bepergian hingga beberapa hari, pasti tanaman akan kering dan mati. Solusinya dapat dilakukan dengan meletakkan seember air dengan posisi yang lebih tinggi dari pot, kemudian letakkna sutas sumbu kompor didalam ember dan hubungkan dengan pot. Air akan mengalir melalui sumbu ini dan tanaman tidak akan kekeringan.

Pada beberapa kasus sering ditemui tanaman bunga yang rentan terhadap perubahan suhu yang menyebabkan bunganya menjadi mudah rontok. Bunga yang rontok mengurangi tampilan tanaman secara keseluruhan.

Ada cara sederhana yang dapat mencegah terjadinya hal ini yaitu dengan mencampurkan 1 liter air dengan 1 atau 2 sendok gula pasir. Aduk rata larutan tersebut dan semprotkanlah ke bunga yang sedang mekar.

Source : http://solusirumahminimalis.com/2015/03/10/dekorasi-taman-mungil-penghasil-oksigen-dan-penetralisir-racun/

Seluk Beluk Prosedur Jual Beli dan Pendaftaran Tanah

Kebutuhan hidup manusia dan beragam kepentingan lainnya menyebabkan seseorang silih berganti menjual harta bendanya, termasuk tanah sebagai salah satu harta berharga yang dimilikinya. Disisi lain, ada orang yang memiliki uang berkecukupan dan membutuhkan tanah sebagai tempat usaha ataupun untuk rumah tinggal. Hubungan timbal balik itulah yang membuat transaksi jual beli tanah tak terelakkan lagi.

Transaksi jual beli sudah lama menjadi bagian hidup manusia, termasuk jual beli tanah. Seperti pada transaksi pada umumnya , proses jual beli tanah juga didasari pada rasa saling membutuhkan dan tidak ada unsur paksaan. Dalam proses jual beli tanah mensyaratkan unsur tunai, riil dan terang. Terang artinya dilakukan didepan pejabat yang berwenang, tunai artinya pembayaran yang dilakukan secara tunai, dan riil artinya jual beli dilakukan secara nyata. Seperti telah dijelaskan dipembahasan sebelumnya, pejabat yang berwenang melaksanakan jual beli tanah adalah PPAT atau Camat jika itu dilakukan di daerah yang belum ada PPAT yang ditunjuk. Setelah terjadi kesepakatan dalam proses jual beli tanah, perlu dilakukan pembuatan Akta jual beli tanah dikantor PPAT.

Selanjutnya yang perlu dilakukan setelah proses pembuatan Akta Jual Beli Tanah selesai adalah pembuatan sertifikat tanah atas nama pembeli. PPAT menyerahkan semua berkas ke Kantor Pertanahan untuk keperluan balik nama sertifikat. Sebagai bukti semua berkas telah disampaikan, PPAT akan menerima permohonan balik nama dari Kantor Pertanahan. Selanjutnya tanda bukti tersebut diserahkan kepada pembeli. Kurang lebih 2 minggu, sertifikat atas nama pembeli sudah bisa diambil di Kantor Pertanahan terdekat.

Kenalan Lebih Jauh Dengan KPR

Kredit Kepemilikan Rumah atau yang biasa kita kenal dengan singkatan KPR ini adalah fasilitas kredit yang diberikan perbankan kepada para nasabah perorangan untuk membeli rumah, tanah, ruko, serta berbagai jenis properti lainnya. Di Indonesia dikenal 2 jenis KPR, yaitu:


  • KPR Bersubsidi, yaitu subsidi kerdit kepemilikan rumah yang diberikan kepada masyarakat menengah kebawah. Pemberian subsidi ini diatur oelh pemerintah serta dilaksanakan melalui JAMSOSTEK yang bekerja sama dengan pihak perbankan. Adapun subsidi yang diberikan berupa keringanan uang muka atau suku bunga.
  • KPR Non Subsidi. Yaitu kredit kepemilikan rumah yang diberikan perbankan serta diperuntukkan bagi eluruh lapisan masyarakat. Beasrnya kredit ditentukan oleh kebijakan bank pemberi KPR. KPR Non Subsidi bisa langsung diperoleh dari pihak bank ataupun melalui pihak pengembang properti.


Saat memanfaatkan fasilitas KPR, pemohon akan dikenakan beberapa biaya, diantaranya biaya appraisal, biaya notaris, provisi bank, biaya asuransi kebakaran, serta biaya premi asuransi jiwa selama masa kredit. Hal terpenting yang harus diketahui sebelum membeli rumah dengan KPR adalah mengenal uang muka dan angsurannya. Besaran uang muka untuk mendapatkan KPR adalah 30 persen. Namun mulai 1 September 20013. Bank Indonesia (BI) berencana memperlakukan besaran uang muka Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) bertipe diatas 70 meter persegi. Untuk rumah pertama, BI mematok uang muka sebesar 30 persen, untuk rumah kedua sebesar 40 persen dan rumah ketiga sebesar minimal 50 persen. Hal ini dilakukan untuk menghindari gelembung (bubble) di sektor properti.

Sedangkan angsuran KPR terdiri dari 2 unsur, yaitu angsuran utang pokok dan pembayaran bunga kepada bank. Untuk bunga dalam KPR, terdapat 3 metode penghitungan yaitu:


  1. Flat, yaitu metode penghitungan bunga yang menekankan besarnya cicilan serta angsuran pokok berikut bunga cicilan tetap sama selama periode kredit. Contohnya, Joko mengambil KPR dengan bunga 10% dengan utang pokok 50 juta rupiah selama 3 tahun. Dengan demikian, bunga yang harus dibayar Joko dari tahun pertama hingga tahun ketiga akan tetap, yaitu 5 juta rupiah.
  2. Efektif, yaitu metode penghitungan bunga dimana porsi bunga dihitung berdasarkan utang pokok tersisa yang telah berkurang karena mengangsurnya. Contoh, Abi mendapat KPR dengan plafon 150 juta rupiah. Di bulan pertama, bunga dihitung berdasarkan utang pokok, yaitu 150 juta rupiah. Setelah lima tahun, utang pokok itu akan menurun, misalnya menjadi 100 juta rupiah. Maka besar bunga akan dihitung dengan pengalian antara bunga dan utang pokok sebesar 100 juta rupiah.
  3. Annuitas tahunan dan bulanan, yaitu metode penghitungan bunga dimana jumlah total angsuran pokok atau cicilan perbulan akan tetap berdasarkan waktu tertentu, baik tahunan maupun bulanan. Biasanya, bank telah memiliki tabel yang bisa ditunjukkan kepada pemohon KPR.


Selain metode penhitungan bunga yang tak kalah penting untuk diketahui adalah sifat suku bunga yang dikenakan oleh bank. Ada 2 jenis sifat suku bunga dalam KPR, yaitu fixed (tetap) dan floating (mengambang). Sifat suku bunga fixed berarti, suku bunga yang harus dibayar nasabah ke bank bersifat tetap selama periode yang telah disepakati, misalnya suatu bank menawarkan bunga 7 persen yang bersifat tetap untuk masa satu tahun. Sedangkan sifat suku bunga floating berarti besarnya suku bunga yang harus dibayar berubah-ubah sesuai dengan kebijakan bank yang bersangkutan. Umumnya bunga floating ditentukan berdasarkan keadaan pasar suku bunga. Jika kondisi ekonomi baik, maka pasar suku bunga rendah dan suku bunga KPR bisa menjadi rendah. Sebaliknya, jika kondisi ekonomi sedang memburuk, maka pasar suku bunga naik, dan suku bunga KPR semakin meningkat. Saat ini, banyak KPR yang ditawarkan oleh bank menggunakan kombinasi kedua sifat bunga tersebut. Misalnya pada tahun pertama sampai ketiga menggunakan suku bunga fixed, sedangkan mulai tahun keempat menerapkan suku bunga foating.

Jangka waktu pembayaran KPR berkisar antara 1-20 tahun, tergantung kesepakatan antara kreditor dan debitor. Semakin pendek jangka waktu pinjamana, total bunga untuk rate yang sama akan lebih kecil. Untuk itu cermatlah menentukan jangka waktu peminjaman. Kondisikan dengan keuangan Anda, jika tabungan bulanan Anda mencukupi untuk melakukan peminjaman dalam waktu lebih singkat, kenapa tidak?

Selain itu, sebelum memilih bank untuk membiayai KPR Anda, ada baiknya mengecek ada atau tidaknya penalti ketika Anda mempercepat pelunasan pinjaman. Usahakan memilih bank yang tidak memberi penalti. Carilah informasi seputar persyaratan untuk mengajukan KPR ke bank pilihan Anda dan perhatikanlah beberapa persayaratan umum yang harus dipenuhi oleh pemohon sebagai berikut:


  1.     Bila sudah menikah, melampirkan KTP suami dan istri
  2.     Menyertakan kartu keluarga
  3.     Melampirkan slip gaji bulanan
  4.     Untuk pemohon yang berwiraswasta, melampirkan laporan keuangan
  5.     Untuk kredit diatas 100 juat rupiah, melampirkan NPWP pribadi
  6.     Untuk kredit diatas 50 juta rupiah, melampirkan SPT PPh pribadi
  7.     Jika membeli hunian dari developer, melampirkan fotokopi sertifikat induk dan pecahan
  8.     Jika membeli perseorangan, menyertakan fotokopi sertifikat
  9.     Melampirkan fotokopi IMB

Mengenal Seluk Beluk Membeli Rumah Second Hand untuk Hunian

Selain rumah baru, baik yang Anda bangun sendiri maupun yang beli jadi ternyata ada juga rumah second hand atau rumah bekas. Membeli rumah baru  dengan rumah second tentu dua hal yang berbeda. Sebagian memang lebih menyukai rumah baru, tapi tidak sedikit yang malah mengincar rumah second hand. Rumah second memang mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari rumah second yang bisa Anda jadikan pertimbangan :


  1. Bangunan siap pakai. Anda tidak perlu waktu lama untuk menunggu rumah jadi. Anda juga bisa langsung melihat kualitas bangunan, apakah sesuai dan memenuhi standar atau tidak.
  2. Harga relatif lebih murah adn bisa ditawar. Membeli rumah second tentu tidak semahal membeli rumah baru. Umumnya Anda bisa melakukan tawar-menawar juga.
  3. Pajak yang lebih murah. Kelebihan finansial lainnya dari rumah second adalah perihal pajak karena rumah second umumnya memiliki pajak yang lebih kecil dibanding rumah baru.
  4. Bangunan siap ditempati. Begitu Anda selesai melakukan transaksi, dengan segera Anda bisa menempati rumah tersebut.
  5. Lingkungan sosial yang lebih stabil. Dikatakan lebih stabil karena berbagai hal seperti lingkungan sosial yang sudah lama terbentuk. Dengan demikian kontrol sosial, dan sistem keamanan telah lama berjalan pada lingkungan tersebut. Itulah mengapa dikatakan lebih stabil. Berbagai fasilitas umum seperti kesehatan, tempat ibadat dan lain sebagainya, juga telah berfungsi jauh-jauh hari. Hal ini tentunya dapat membuat Anda merasa nyaman dan lebih terjamin.
  6. Tidak perlu risau soal infrastrukstur kawasan seperti jalan, taman, air dan listrik yang biasanya sudah berjalan dan digunakan


Sedangkan dilihat dari sisi kelemahan memiliki rumah second dapat meliputi beberapa hal dibawah ini :


  1. Nilai guna bangunan yang menurun. Seperti diketahui bahwa, nilai guna bangunan mengalami nilai penurunan atau depresiasi selam kurun waktu 20 tahun.
  2. Kesulitan renovasi. Berkaitan dengan nilai guna yang menurun, rumah second seringkali membutuhkan renovasi di beberapa sisi. Tidak sulit rumah yang sudah lebih dari 20 tahun akan sulit untuk direnovasi.
  3. Desain bangunan tidak sesuai selera. Dengan demikian, banyak orang yang membeli rumah second mesti mengeluarkan banyak uang untuk melakukan reanovasi.
  4. Sedikit rumit dalam perkara administrasi pembelian. Anda harus jeli mengurus berbagai surat, mulai dari sertifikat serta masalah lain seperti bebas sengketa dari pemilik terdahulu, status tanah dan lain sebagainya. Pastikan dulu dengan teliti dan bekali diri Anda dengan cukup pengetahuan mengenai hal ini terlebih dahulu.


Cara Mudah Mengatasi Pemasangan Paving Block atau Conblock Tidak Rata atau Berlubang

Penyebab utama tidak ratanya atau bergelombangnya paving block atau conblock yang dipasang adalah turunnya permukaan tanah. Hal ini umum terjadi karena pada saat penyusunannya tidak menggunakan fondasi khusus. Fondasi yang digunakan hanya berupa pemadatan tanah. Akibatnya apabila area tersebut sering dilalui banyak orang maka akan terjadi penurunan level yang tidak beraturan. Untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

Alat dan bahan yang digunakan

1. Sekop atau cangkul

2. Kerikil

3. Pasir

Cara memperbaikinya:

1. Angkat conblock atau paving block secara keseluruhan dan jangan secara parsial (bagian atau area tertentu saja) agar permukaan menjadi rata secara keseluruhan.

2. Tambahkan tanah pada area yang turun atau terkikis.

3. Padatkan kembali tanah tersebut. Sebelum dipadatkan dapat ditambahkan kerikil atau pasir diatas tanah. Lakukan hal ini dengan menggunakan sekop atau cangkul.

4. Setelah permukaan tanah cukup padat dan rata, susun kembali conblock tersebut

Source : http://solusirumahminimalis.com/2015/03/04/mengatasi-pemasangan-paving-block-atau-conblock-tidak-rata-atau-berlubang/

Tips Merancang Kitchen Set Sesuai Bentuk Ruangan Dapur

Elemen utama yang menentukan desain tampilan dapur adalah kitchen set. Bentuk kitchen set pada dasarnya dapat dibagi menjadi lima tipe, yaitu single line, double line, bentuk “L”, model “U”, dan model island. Untuk memilih tipe mana yang cocok untuk dapur Anda, sesuaikan pilihan desain dengan luas dan ukuran ruangan.


  • Single line. Model ini berbentuk garis lurus yang memiliki ruang-ruang memanjang dan tidak terlalu lebar. Bentuk ini kurang efektif, tetapi hemat tempat.
  • Double line. Model dapur yang memisahkan dapur bersih dan dapur kotor ini memerlukan lahan luas karena terletak pada dua dinding yang berlawanan.
  • Bentuk L. Model ini sederhana pada ruang yang terbatas. Jalur sirkulasi pada dapur L relatif lebih nyaman. Bentuknya yang siku-siku memungkinkan pengelompokkan antara dapur bersih dan kotor ditempatkan pada dua dinding yang berpotongan di sudut.
  • Model U. Model ini biasanya menempati tida dinding dan dapat digabungkan dengan bar karena bentuknya yang menggantung. Dapur U dapat digunakan untuk penyimpanan yang cukup luas.
  • Model Island (pulau). Model ini berkesan eksklusif dan dapat dipterapkan apabila ruangan yang tersedia cukup luas. Pad model ini kompor atau oven berikut cookerhood terpisah dari perangkat dapur lainnya. Selain itu tipe island ini berfungsi sebagai tempat makan sekaligus meja saji.


Untuk merancang kitchen set ada beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya adalah sebagai berikut:

    Tentukan letak kitchen set, misalnya di dapur atau di dekat ruang keluarga. Jangan lupa prinsip tiga lokasi yang harus ada di area dapur, yaitu area cooking atau memasak, sink atau mencuci, dan storage atau penyimpanan bahan memasak yang terhubung satu sama lain dengan jarak yang terjangkau.
    Pilih model atau membuat sketsa kitchen set yang diinginkan. Cobalah mendeskripsikan  konsep dapur yang diinginkan seperti berapa banyak tempat penyimpanan perlengkapan dapur yang dibutuhkan, apakah perlu meja makan, apa saja perlengkapan tambahan yang akan ditonjolkan, dan sebagainya.
    Hasil deskripsi sketsa kitchen set tersebut kemudian digabungkan dengan pertimbangan kondisi ruangan dengan melihat layout ruangan dapur tersebut terhadap ruangan-ruangan yang lain, pencahayaan, sirkulasi udara dan lain-lain.
    Ccarilah informasi mengenai material dan harganya. Informasi jenis bahan dapat diperoleh ditoko atau referensi lainnya. Sementara untuk harganya, tanyakan secara langsung di toko-toko material.

Saat merancang sketsa dapur atau kitchen set. jangan lupa catat keperluan desain. Hal itu bertujuan  menghindari terjadinya kesalahan saat perancangan maupun pelaksanaan pekerjaan membangun dapur. Beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain:

  • Model desain, finishing lemari dapur, material counter top, jumlah laci atau tray.
  • Model, material dan ukuran sink, model dan ukuran kompor, jenis keran air.
  • Ukuran bersih ruangan, ketinggian kusen jendela bagian bawah terhadap lantai dapur, dan ketinggian bersih ruangan yang diukur dari jarak lantai ke plafon.
  • Peletakan stopkontak, lampu, exhaust fan dan ventilasi alami.
  • Ukuran-ukuran standar untuk kelengkapan furnitur dapur, sperti ketinggian standar untuk lemari dapur, lebar laci tempat sendok, dan sebagainya.


Jadikan catatan ini sebagai bahan diskusi dengan desainer untuk menerjemahkan sketsa menjadi gambar desain yang lebih akurat. Setelah itu tentukan pilihan material sesuai budget dengan mempertimbangkan estetika ruangan yang diinginkan.

Source : http://solusirumahminimalis.com/2015/03/21/memilih-bentuk-desain-dapur-dan-merancang-kitchen-set-rumah-minimalis/

Cara Menata Kitchen Set Pada Dapur Sempit

Bila dapur Anda sempit, hindari peletakkan atau pengumpulan alat masak yang besar dan jarang digunakan karena berpotensi membuat ruangan terasa penuh. Siasati dengan membuat daftar peralatan yang ingin digunakan serta diletakkan di dapur. Susun berdasarkan prioritas, mulai dari yang penting, cukup penting, sampai yang sangat penting. Setela itu pilihlah barang yang sangat penting. Sehingga banyak penghematan ruang yang perlu dilakukan.

Jika masih dimungkinkan meletakkan barang tersebut di luar atau selain di dapur maka lakukanlah. Selain itu atur dan pilihlah furnitur khusus dapur yang tepat. Prioritaskan penggunaan furnitur multifungsi sehingga dapat digunakan untuk beragam kegiatan. Agar lebih efisien, sisakan bagian atas dinding dan siapkanlah penggantung agar dapat digunakan sebagai tempat menggantung alat-alat masak. Untuk top table maupun kabinet dan handle nya. Pilihlah bentuk yang simpel maupun bentuk serupa garis lurus untuk mendapatkan kesansederhana dan bersih. Hindari penggunaan bentuk-bentuk yang banyak memiliki ornamen dan detail jika tetap menginginkan efek luar di dapur.

Bila da jendela di ruang dapur, letakkan tempat mencuci piring dibawahnya sehingga saat Anda mencuci dapat melihat pemandangan diluar jendela dan menjadi sedikit terhibur. Jangan meletakkan peralatan elektronik dibagian sudut meja dapur karena hal tersebut dapat hawa panas yang seaharusnya keluar.

Kesan asri juga bisa dihadirkan daihadirkan dari pemeliharaan cat berwarna segar sperti warna hijau pupus atau kuning yang berpadu dengan hijau atau putih. Ornamen dinding dapur pun dapat dipilih keramik bermotif bunga yang senada dengan susunan border.

Untuk area dapur basah merupakan area dapur yang paling sering dipakai dalam aktifitas memasak. Mulai dari mengolah makanan hingga makanan tersebut siap disantap. Pada area dapur ini, meja dapur dapat dijadikan satu kesatuan dengan bak cuci, sehingga semua kegiatan berada di satu tempat.

Sedangkan dapur kering merupakan ruangan yang digunakan sebatas membuat makanan yang ringkas dan mudah disajikan, misalnya menyiapkan sarapan pagi. Biasanya dapur kering dijadikan tempat untuk berkumpul keluarga sambil menikmati hidangan kecil.

Selain itu, area dapur kering ini tidak memberi tempat yang banyak untuk peralatan memasak, kecuali kompor tanam dengan meja kecil. Bahkan Anda dapat hanya menempatkan microwave dan oven toaster sebagai pengganti kompor di ruangan ini.

Kenyamanan dalam memasak adalah hal yang penting. Karena itu, meja kerja dapur harus diatur ketinggiannya sesuai proporsi tinggi badan. Begitupun dengan ketinggian kabinet bagian atas harus masih dalam jangkauan tangan Anda, maksimal 1m dari top table.

Untuk memudahkan Anda saat memasak, buatlah beberapa laci pada pinggir meja dapur sebagai tempat menyimpan alat-alat masak, seperti pisau, alat-alat menggoreng, termasuk perlengkapan makan seperti sendok, garpu atau pisau makan. Anda juga dapat menempatkan satu keranjang sampah tertutup di bawah meja dapur agar sisa bahan  memasak dapat langsung dibuang dengan rapi.

Source : http://solusirumahminimalis.com/2015/03/24/cara-menyiasati-dapur-sempit-dan-menata-kitchen-set/

Cara Mudah Menghemat Pembangunan Rumah


Membangun sebuah rumah hunian bukanlah perkara yang sepele. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan masak-masak karena akan membutuhkan biaya yang sangat banyak jika kita tidak merencanakannya dengan matang terlebih dahulu secara mendatail dan teliti. Kebutuhan akan material, dan lain-lain, sehingga dapat menekan biaya pembuatan rumah dan mencegah terjadinya pemborosan.

Sering dijumpai bangunan terbengkalai dan tak terselesaikan karena kehabisan dana. Terkadang ada pula yang baru diberi sebagian dinding dan belum diberi atap tetapi belum diplester dan lain-lain. Salah satu penyebab terbesar terjadi hal-hal seperti itu adalah karena perencanaan yang kurang matang, baik dari segi gambar rumah maupun biaya yang tersedia, bahan material yang digunakan dan lain sebagainya.

Untuk mengantisipasi hal itu,s alah satu caranya adalah memahami hal-hal yang berkaitan dengan bangunan rumah, misalnya cara menghitung volume bangunan atau kebutuhan bahan bangunan dan juga mengerti harganya. Dengan begitu, penghuni dapat merencanakan kemampuan biaya untuk pembangunan rumah yang sesuai dengan rencana dan anggaran biaya yang disediakan.

Sebagai tips, pada proses awal buatlah daftar ruangan yang dibutuhkan sekarang dan yang akan datang. Apabila dalam kurun waktu kedepan dibutuhkan tambahan ruang maka gambar desian rumah dibuat dengan sistem rumah tumbuh. Dengan demikian, biaya yang dibutuhkan berdasarkan kebutuhan saat ini.

Buatlah desain rumah yang tidak membutuhkan peralatan khusus sehingga mudah dalam hal pelaksanannya dengan menggunakan bahan material yang mudah pula perawatannya. Selain itu perlu juga diperhatikan desain rumah yang pencahayaan alaminya dapat masuk kedalam rumah secara maksimal dengan memperhatikan sistem pengudaraan agar setiap ruangan tidak selalu harus menggunakan AC setiap saat dan seminimal mungkin gunakanlah bahan material yang mahal hanya untuk ruang-ruang tertentu saja.

Source : http://solusirumahminimalis.com/2015/03/08/cara-hemat-membangun-rumah-tinggal/

Cara Memperbaiki Dinding Retak, Berjamur dan Lembap


Dinding yang retak, berjamur dan lembap seringkali mengganggu penampilan dinding sehingga membuat rumah tampak tidak terawat. Tidak hanya pada rumah tinggal yang sudah lama kita tempati, pada rumah baru pun terkadang juga kita jumpai permasalahan seperti itu karena komposisi material pembuatan dinding dan cara membuat dinding yang baik tidak diperhatikan dengan baik.

Untuk memperbaiki dinding yang retak kita terlebih dahulu harus mengupas bagian dinding yang retak dengan menggunakan palu dan kape lalu lapisi dinding yang sudah dikupas tersebut dengan wall sealer dengan menggunakan kuas atau roller. Tujuannya agar permukaan dinding dapat terlapisi dengan kuat sebelum proses pelapisan selanjutnya.

Setelah kering atau kurang lebih setelah dua jam. Tebarkan adukan semen instan pada dinding yang sudah dikupas. Hindarilah penggunaan semen PC karena tidak akan tahan lama. Bila kupasan dinding cukup besar maka dapat dipasang serat fiber tau kasa diatas plesteran lalu ditutup kembali dengan adukan semen instan. Rapikan dan ratakan plesteran semen dengan busa pelembap, lalu setelah plesteran kering lapisi dengan plamur dinding sebagai cat dasar. Amplas hasil plamuran hingga mereata lalu cat sesuai dengan warna dinding sekitarnya.

Bila didapati plesteran dinding rontok maka kupas dinding yang sudah dikupas plesterannya tersebut dengan menggunakan air air atau kupas dengan menggunakan kape dan pastikan plesteran terbuang semuanya lalu lakukan plesteran kembali dengan menggunakan adukan yang sudah lebih baik dan sesuai standar yaitu perbandingan semen dan pasir sebanyak 1 : 5. Apabila plesteran sudah benar-benar kering lakukan acian pada dinding tersebut.

Sedangkan bila ditemui dinding berjamur dan berlumut sebelum memulai pembersihan sebaiknya menggunakan sarung tangan dan masker. Bersihkan jamur dan lumut pada dinding dengan menggunakan kape sekrap dan sikat kering kemudian semprot dengan air bersih. Campurkan 500 gram kaporit atau larutan pemutih dengan 2 liter air, celupkan lap kain pada cairan lalu usapkan lap ke dinding secara merata lalu biarkan selama 1 jam agar jamur dan lumut mati. Semprotkan air bersih ke dinding untuk membersihkan sisa cairan. Setelah dindind mengering oleskan cairan anti jamur dan anti lumut dengan kuas dan biarkan 2 hingga 6 jam. Biarkan selama 1 hari hingga dinding benar-benar kering kemudian aplikasikan cat dasar. Jika dinding sudah siap, terakhir cat dengan menggunakan cat dinding khusus anti jamur dan anti lumut.

Bila dinding lembap pertama-tama perhatikan dulu batas ketinggian plesteran yang lembap dan beri tanda batasnya. Lalu kupas plesteran dari batas lantai sampai batas ketinggian yang sudah diatandai dan lebihkan sekitar 20cm. Setelah plesteran dindind terbuka lapisi dinding dengan  aqua scaller atau semen yang dicairkan. Plester dinding dengan spesi kedap air yang berasal dari adukan semen dan pasir dengan perbandingan 1 :2 lalu biarkan hingga mengering dan cat kembali dengan warna yang sama.

Source : http://solusirumahminimalis.com/2015/03/10/meperbaiki-dinding-retak-berjamur-dan-lembap/

Inilah Sejarah Mengenai Asal Muasal Adanya Pemukiman

Namanya juga pemukiman, berarti berkaitan dengan tempat tinggal. Di mana Anda tinggal saat ini? Seperti apa rumah yang Anda tinggali? Mengapa Anda tinggal disana? Apakah Anda memikirkan jauh-jauh hari sebelum memilih untuk tinggal di empat tempat Anda bermukim sekarang ini? Tentu jawabannya bervariasi. Namun alasan yang sering dikemukakan adalah lokasi. Sudahkah tempat yang Anda diami sekarang ini adalah tempat yang paling strategis bagi Anda? Misalnya dekat dengan kantor, tempat perbelanjaan dan  berbagai tempat lain yang penting bagi Anda. Bahkan tidak sedikit pula yang memilih bermukim di tempat kerja, seperti ruko misalnya.Ya, kadang perlu berpikir seksama jauh-jauh hari sebelum memilih hunian sebagai tempat tinggal. Namun jangan salah, ada juga yang masih jarang memikirkan tempat tinggal mereka. Mungkin Anda hanya tahu bahwa sejak lahir, Anda sudah punya rumah, dalam hal ini rumah orang tua. Mungkin juga Anda memiliki rumah besar dengan halaman yang luas ditumbuhi berbagai bunga. Bisa jadi pula, Anda memiliki rumah kecil yang berdempetan dengan jalan sehingga nyaris tidak punya halaman, hanya teras kecil yang selalu terkena banjir saat musim hujan. Sebagian orang tersebut kemudian akan terbentur pada suatu kondisi saat mereke pada akhirnya harus berpikir tentang rumah mereka sendiri. Bukan rumah yang mereka tinggali sejak kanak-kanak bersama anggota keluarga yang lain. Suatu ketika, Anda pasti akan memiliki anggota keluarga baru yang membutuhkan tempat tinggal baru. Atau mungkin Anda sudah memilki keluarga baru tapi masih nyaman tinggal bersama orang tua atau mertua.

Benarkah Anda tidak ingin memiliki rumah sendiri? Tidak jarang ketika waktunya tiba, seseorang harus meninggalkan rumah orang tua yang selama ini ditinggali karena berbagai alasan. Hampir kondisi seperti itu tidak bisa dihindari. Namun hampir sebagian orang tidak menaruh perhatian padanya jauh-jauh hari. Beberap orang yang beruntung memepelajari kondisi tersebut, mereka sadar bahwa kebutuhan akan pemukiman adalah sebuah keharusan. Dimana orang masih terus hidup, disitu pula kebutuhan akan pemukiman akan selalu menjadi hal yang diperhitungkan dan dibutuhkan.
Untuk memahami kebutuhan properti di dunia modern seperti sekarang ini, sangat perlu menengok sejarah pemukiman, sebuah pengetahuan yang jarang dibicarakan dan terpikirkan. Namun, setelah membaca pengetahuan singkat tentang sejarah pemukiman, mungkin saja Anda akan menjadi salah satu orang yang sepakat bahwa pengetahuan tentang pemukiman pada umumnya. dan properti pada khususnya sangatlah vital dalam kehidupan. Ini menyangkut kehidupan Anda sekarang, dan kehidupan generasi yang akan datang.

Elemen paling kecil dari sebuah pemukiman adalah rumah. Gambaran apa yang ada dalam pikiran Anda jika harus membayangkan rumah pada zaman prasejarah? Rumah pada masa tersebut sangat jauh berbeda dengan rumah masa kini. Jika sekarang kita selalu berkata “rumahku identitasku”, tentu ungkapan itu tidak bisa dipakai pada masa pra sejarah. Rumah pada zaman prasejarah adalah tempat untuk menyelamatkan diri dari berbagai macam bahaya seperti binatang buas, serangan musuh sesama manusia dan juga cuaca buruk. Tempat menetap sementara saat ini menjalani kehidupan berpindah-pindah atau nomaden. Seperti diketahui manusia mengumpulkan bahan makanan dari alam sehingga mereka harus bermigrasi mengikuti hewan buruan dan panen bahan makanan.

Bagaimana dengan bentuknya? Rumah pada waktu itu masih berupa gua dan pohon. Ketika manusia memutuskan untuk membuat rumah sendiri, bahan-bahan yang digunakan pun sangat jauh berbeda dengan material rumah sekarang. Pada waktu itu manusia masih memanfaatkan kulit hewan dan kayu yang diberi rangka sebagai sebagai bahan pembuat rumah, sehingga mudah dibongkar pasang. Contohnya adalah rumah suku Indian di Amerika pada abad 19 Sm. Adapula rumah yang dibuat dengan menggali tanah dan atap dari kulit hewan. Rumah semacam ini banyak dijumpai di Rusia, tepatnya Tundra, Rusia.

Seiring berjalannya waktu, perubahan pun terjadi. Pola hidup yang awalnya berburu dan mengharuskan manusia pada saat itu berpindah-pindah, berubah menjadi petani dan peternak. Orang-orang kemudian mulai hidup menetap di suatu daerah dan tidak lagi nomaden. Bentuk rumah pun menjadi lebih permanen. Inilah yang kemudian menjadi cikal bakal desa. Rumah pada masa ini terbagi menjadi dua ruangan, yaitu ruang penyimpanan hasil panen dan ternak, serta ruang tidur. Dengan kata lain, rumah pada masa itu berfungsi sebagai tempat tinggal dan bekerja.

Kemudian zaman bergerak pada masa romawi. Bangsa Romawi yang terkenal dengan peradabannya ini memperkenalkan  rumah bertingkat untuk memenuhi kebutuhan penghuninya. Apartemen berlantai  enam sampai tujuh mendominasi rumah pada kota-kota Romawi.

Selanjutnya adalah pada masa abad pertengahan atau sering disebut masa medievel. Pada masa ini, perdagangan khususnya hasil pertanian kian marak. Kondisi ini membuat banyak kota kecil bermunculan. Karena pertumbuhannya pesat, membuat orang-orang membangun rumah yang saling berdempetan sepanjang jalan. Dampak lain pada bentuk rumah adalah rumah dengan dua lantai. Orang pada masa itu memanfaatkan lantai pertama sebagai tempat usaha. Bisa jadi digunakan untuk kantor, toko dan gudang. Sedangkan lantai dua  digunakan sebagai tempat tinggal. Sampai sekarang masih banyak orang menggunakan bentuk tempat tinggal seperti itu.

Memasuki masa renaissance, kaum bangsawan mulai membuat rumah dengan satu fungsi saja. Rumah ini dikenal sebagai rumah dimasa modern, yakni dengan terpisahnya tempat kerja dan rumah sebagai tempat tinggal. Kondisi seperti ini terus berlangsung pada masa industrialisasi. Pemisahan rumah dan tempat kerja terjadi secara merata pada semua lapisan masyarakat, tidak hanya pada kaum bangsawan. Yang menarik dari kaum industrialisasi adalah, jika pada masa-masa sebelumnya pembangunan pemukiman seolah terpusat pada kota, pada masa ini berbeda. Pertumbuhan bisnis ditengah kota yang semakin meningkat membuat daerah perumahan tergeser ke arah luar kota.

Perkembangan teknologi begitu pesat pada saat itu membawa dampak pada perubahan gaya rumah. Salah satunya adalah dengan adanya penemuan baja dan elevator yang memotivasi pembangunan apartemen berlantai banyak. Sedangkan lokasi pinggiran kota tidak lagi menjadi masalah dikarenakan penemuan angkutan massal, mobil, dan sepeda motor  yang memudahkan orang bergerak kemana saja. Dan satu lagi, banyak rumah dimasa ini mempunyai tambahan ruang. Ruang garasi menjadi salah satu ruang penting sebagai tempat menyimpan kendaraan. Baik berupa sepeda motor maupun mobil.

Sekarang ini bisa dikatakan telah berada pada era modern. Dimana perumahan di masa modern merupakan perkembangan produk dari pemukiman di masa-masa sebelumnya. Sehingga Anda bisa menjumpai beragam bentuk rumah, mulai dari rumah deret, apartemen, rumah bermassa tunggal, rumah berlantai dua, dan sebagainya. Fungsi rumah pun beraneka ragam, bisa sebagai tempat tinggal, atau bisa juga sebagai tempat tinggal dan bekerja. Adapun lokasinya juga bervariasi. Banyak perumahan tersebar di daerah perkotaan, namun tak jarang pula yang terdapat di daerah pedesaan.

menarik bukan? Dari sini Anda bisa membayangkan, kiranya kebutuhan-kebutuhan apa lagi yang akan diperlukan seseorang untuk membangun rumah idamannya. Atau perkembangan pola hidup dan penemuan-penemuan apa saja yang mungkin berdampak pada jenis, fungsi serta bentuk rumah di masa yang akan datang. Memang jarang sekali dipikirkan, tetapi terbukti memang ini cukup vital. Terutama bagi Anda yang ingin  menjadi cerdas dalam memilih rumah  sesuai dengan kebutuhan Anda, dan kebutuhan zaman. Lebih jauh lagi, Anda akan tahu bagaimana menjadi cerdas dalam dunia properti.

Mengenal Macam-Macam Nama Tanah Kavling

Kavling adalah bagian tanah yang sudah dipetak-petak dengan ukuran tertentu untuk bangunan atau tempat tinggal dan sering digunakan dalam jual beli tanah. Kavling banyak ditemui di area-area perumahan. Bentuknya pun macam-macam mengikuti posisi di dalam perumahan tersebut. Sebagai calon pembeli maupun penjual yang cerdas harus memahami kelebihan dan kekurangan  dari berbagai macam bentuk kavling tersebut. Sesuai dengan gambar diatas, berikut ini adalah penjelasan dari berbagai jenis bentuk kavling tersebut.

1. Tipe A
Bisa dilihat di dalam gambar, bahwa kavling tipe A terletak di ujung jalan buntu. Itulah mengapa kemudian  tipe ini disebut dengan Cul De Sac Lot. Dalam bahasa Perancis berarti jalan buntu. Ada beberapa keuntungan memiliki kavling tipe ini. Bagi yang menyukai ketenangan  dan kedamaian, tipe A sangat tepat. Posisinya di jalan buntu membuat bagian depan kavling sangat sempit seihngga membuat tipe ini lebih tenang dan damai. Dari sisi keamanan, bagian depan yang sempit juga terasa lebih aman.
Meski kavling tipe A mempunyai bagian depan yang relatif sempit, namun bagian belakang menyisakan ruang yang cukup lebar. Bagian belakang yang lebar bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan keluarga seperti tempat jemuran atau membuat taman keluarga. Untuk itu, tipe kavling A sangat cocok untuk tempat tinggal.
Kekurangan dari Tipe A adalah jika Anda  mempunyai kendaraan atau seringkali menerima tamu dalam jumlah banyak. Area depan yang sempit sangat sulit untuk parkir. Kekurangan lain adalah, pintu masuk tidak begitu lebar.

2. Tipe B
Tipe ini diberi nama Interior Lot. Letaknya tepat ditengah deretan kavling. Kelebihan tipe ini adalah dari sisi keamanan, perawatan dan ketenangan. Karena kavling tipe B hanya mempunyai satu akses pintu masuk, maka lebih terjamin keamanannya. Masih terkait dengan akses masuk, kavling di posisi ini cenderung tidak terlalu berisik. Selanjutnya perawatan tipe B relatif lebih mudah karena tidak memerlukan banyak pemeliharaan dan perawatan.
Beberapa kekurangan tipe B adalah masalah sirkulasi udara dan pemandangan. Dikarenakan posisinya, tipe B mungkin akan terganggu untuk masalah sirkulasi udara. Berkaitan dengan posisi pula tipe ini hanya mempunyai satu pandangan.

3. Tipe C
Tipe C mempunyai beberapa sebutan, yaitu T-Intersection Lot dan tusuk sate. Sebutan yang kedua lebih banyak di kalangan umum. Menurut kepercayaan fengshui, kavling tusuk sate mempunyai kelebihan dan kekurangan yang tidak dimiliki bentuk kavling lain.
Secara umum, kavling tipe C memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya pandangan view di kavling tipe C cukup luas. Selanjutnya untuk masalah posisi, lokasi tusuk sate memungkinkan dilihat dari kejauhan , sehingga kavlin gini cocok untuk digunakan sebagai lokasi komersial. Sedangkan kekurangannya, kavling ini kurang nyaman digunakan sebagai tempat tinggal karena penghuninya akan terganggu oleh kendaraan yang seringkali melintas. Lokasi yang sering dilintasi juga dinilai kurang nyaman.

4. Tipe D
Namanya adalah Corner Lot, namun kebanyakan orang menyebut tipe D sebagai kavling sudut atau hoek. Kavling tipe D terhitung lebih luas daripada kavling interior. Pintu masuknya juga bisa diakses melalui dua muka. Berbeda dengan tipe Interior, sirkulasi udara di kavling sudut jauh lebih bagus. Halaman kavling ini juga cukup luas, dengan berbagai kelebihan tersebut kavling sudut bagus untuk digunakan sebagai tempat tinggal.
Kekurangan yang layak diperhitungkan adalah keamanan dan ketenangan. Dua pintu masuk membuat kavling ini riskan dan cenderung lebih berisik karena akan lebih banyak orang atau kendaraan yang melintas.

5. Tipe E
Tipe E adalah kavling yang terbilang sangat unik karena terletak di tengah-tengah kavling yang lain. Sekilas jika dilihat dari atas, kavling tipe E seperti mengunci kavling-kavling di sekelilingnya. Mungkin itu pula yang menyebabkan tipe E diberi nama Key Lot. Dilihat sekilas, maka kavling Key Lot berbentuk memanjang ke belakang. Umumnya area parkirnya luas. Karena hanya mempunyai satu akses pintu masuk, maka kavling Key Lot relatif lebih aman dan tidak berisik.
Lagi-lagi lokasi di tengah-tengah akan berhadapan dengan masalah sirkulasi udara, apalagi posisi Key Lot memungkinkan kavling ini dekat dengan septic tank tetangga dan pandangan view-nya pun hanya searah.

 6. Tipe F
Dari gambar terlihat bahwa tipe F berbentuk L. Sekilas tampak seperti bendera berkibar. Itulah kenapa tipe F diberi nama Flag Lot. Secara fengshui, tipe F banyak disukai karena bentuk denah yang menggantung di bagian belakang. Secara tipe F juga terbilang aman. Ini dikarenakan posisi kavling tersembunyi. Kekurangan tipe F adalah karena posisinya tidak mempunyai akses ke jalan utama.